Bawaslu Mojokerto Matangkan Program Literasi Demokrasi Bersama Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto Raya
|
Mojokerto, Jawa Timur – Bawaslu Kabupaten Mojokerto melaksanakan audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Mojokerto Raya pada Senin (6/7/2026) di SMA Negeri 1 Mojosari. Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal beserta Anggota dan staf teknis, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya Pinky Hidayati, serta perwakilan Kepala Sekolah SMA Negeri, SMA Swasta, SMK Negeri, dan SMK Swasta se-Kabupaten Mojokerto.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya antara Bawaslu Kabupaten Mojokerto dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya. Pertemuan ini membahas implementasi program sosialisasi dan pendidikan demokrasi bagi peserta didik sebagai calon pemilih pemula di seluruh SMA dan SMK se-Mojokerto.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi sejak dini. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang akan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang.
"Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengamanatkan Bawaslu untuk mengembangkan pengawasan partisipatif. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan pendidikan demokrasi yang berkelanjutan sehingga pelajar tidak hanya memahami proses kepemiluan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut mengawal demokrasi yang jujur dan berintegritas," ujar Dody.
Ia menambahkan bahwa program yang akan dilaksanakan tidak sebatas mengenalkan tugas dan fungsi Bawaslu, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bahaya politik uang, pentingnya menangkal hoaks, serta mendorong lahirnya generasi muda yang kritis dan berani berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya, Pinky Hidayati, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Bawaslu Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik sebagai warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
"Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi guru maupun peserta didik. Kami berharap seluruh sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang mampu mencetak pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan memahami pentingnya menjaga kualitas pemilu," ungkap Pinky.
Melalui audiensi ini, Bawaslu Kabupaten Mojokerto bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Mojokerto Raya berkomitmen memperkuat sinergi dalam menghadirkan program literasi demokrasi di lingkungan sekolah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemilih pemula, memperluas pengawasan partisipatif, serta mendukung terwujudnya pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
penulis : vap