Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mojokerto Tanamkan Nilai Demokrasi melalui Pemilos di SMP Sunan Ampel Bangsal

Bawaslu Mojokerto

 

Mojokerto, Jawa Timur – Bawaslu Kabupaten Mojokerto memberikan sosialisasi pendidikan demokrasi kepada peserta didik SMP Sunan Ampel Bangsal dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menanamkan budaya demokrasi sejak dini melalui lingkungan pendidikan.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para peserta didik mengenai pentingnya demokrasi, partisipasi aktif dalam proses pemilihan, serta penerapan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil) dalam setiap proses pemilihan, termasuk Pemilos di lingkungan sekolah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, menyampaikan bahwa Pemilos merupakan media pembelajaran yang efektif bagi pelajar untuk mengenal praktik demokrasi secara langsung.

"Pemilos bukan sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi menjadi sarana belajar berdemokrasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, sportivitas, dan partisipasi aktif kepada para pelajar sebagai bekal ketika mereka menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang," ujar Deni.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan pilihan, menolak praktik yang bertentangan dengan nilai demokrasi, serta berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan pemilihan yang berkualitas.

Sebagai pemateri, Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Savitri Rindyana, menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian pemilu, asas, tujuan, serta peran masyarakat dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Materi tersebut kemudian diintegrasikan dengan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS sebagai bentuk praktik demokrasi di lingkungan sekolah.

Menurut Savitri, meskipun ruang lingkup Pemilos berbeda dengan pemilu nasional, nilai-nilai yang diterapkan tetap memiliki prinsip yang sama, yakni memberikan kesempatan kepada setiap warga sekolah untuk memilih pemimpinnya secara demokratis.

"Pemilu dan Pemilos memiliki esensi yang sama, yaitu memberikan hak kepada setiap pemilih untuk menentukan pemimpin melalui proses yang demokratis. Melalui Pemilos, adik-adik dapat belajar menghargai perbedaan pilihan, memahami pentingnya partisipasi, serta menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Pengalaman ini akan menjadi bekal ketika nantinya menjadi pemilih pemula pada Pemilu yang sesungguhnya," jelas Savitri.

Bawaslu Mojokerto

 

Dalam pemaparannya, Savitri juga mengajak para peserta didik untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga berani menyampaikan gagasan, mengawal jalannya pemilihan, serta menghormati hasil yang diperoleh melalui proses yang jujur dan adil.

Midawati, selaku Kepala Sekolah SMP Sunan Ampel Bangsal menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurut pihak sekolah, edukasi demokrasi yang diberikan Bawaslu menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam membangun karakter kepemimpinan dan budaya berdemokrasi sejak usia dini. 

"Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memahami mekanisme Pemilos, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat," ujar perwakilan sekolah.

Melalui sosialisasi pendidikan demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Mojokerto berharap pelaksanaan Pemilos di SMP Sunan Ampel Bangsal tidak hanya menghasilkan pemimpin OSIS yang berkualitas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang mampu mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, bertanggung jawab, serta siap menjadi pemilih cerdas pada Pemilu mendatang.

penulis : vap