Lompat ke isi utama

Berita

Usung Model Pengawasan Preventif Digital, Bawaslu Mojokerto Lolos Terbit di Book Chapter Bawaslu RI

#

 

Mojokerto, Jawa Timur - Bawaslu Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat strategi pencegahan pelanggaran pemilu melalui gagasan inovatif berbasis literasi digital. Gagasan tersebut dituangkan dalam karya ilmiah yang dinyatakan lolos Call for Paper dalam rangka HUT ke-18 Bawaslu RI.

Karya ilmiah yang diwakili oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Deni Mustopa, mengangkat tema “Model Pengawasan Preventif Digital Berbasis Literasi Pemilih Pemula untuk Penguatan Integritas dan Keadilan Elektoral di Kabupaten Mojokerto.”

Dari ratusan karya yang mengikuti Call for Paper tersebut, naskah Bawaslu Kabupaten Mojokerto menjadi bagian dari 289 karya yang dinyatakan lolos untuk diterbitkan dalam bentuk Book Chapter. Saat ini, proses penerbitan telah memasuki tahap layout dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengajuan ISBN.

Gagasan yang diusung dalam naskah tersebut berfokus pada optimalisasi pengawasan preventif dengan menyasar pemilih pemula melalui pendekatan literasi digital. Strategi ini diarahkan untuk mendorong generasi muda agar semakin kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi politik, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengenali serta menangkal hoaks dan informasi yang menyesatkan.

“Kami percaya demokrasi yang kuat dimulai dari pemilih yang cerdas. Karena itu, literasi digital harus menjadi bagian dari strategi pencegahan Bawaslu,” ungkap Deni, Sabtu (15/08/2026)

Menurutnya, perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan media digital di kalangan pemilih pemula perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas literasi. Hal tersebut menjadi penting agar ruang digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pencegahan, bukan justru menjadi ruang berkembangnya disinformasi yang dapat mengganggu integritas proses demokrasi.

“Ini bukti bahwa inovasi pengawasan di Mojokerto bisa menjadi rujukan nasional. Fokus kami pada pemilih pemula dan pemanfaatan media digital adalah upaya preventif agar pemilu ke depan semakin berintegritas,” pungkasnya.

Lolosnya karya ilmiah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Bawaslu Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan praktik pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakteristik pemilih. Gagasan pengawasan preventif berbasis literasi digital diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penerbitan Book Chapter dapat dipantau melalui kanal resmi Call for Paper HUT ke-18 Bawaslu RI.

penulis : dm

editor : vap