Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mojokerto Ikuti Sosialisasi IKU, Tegaskan Konsolidasi Demokrasi Jadi Kinerja Berkelanjutan

Bawaslu Mojokerto

 

Mojokerto, Jawa Timur – Bawaslu Kabupaten Mojokerto mengikuti Sosialisasi Teknis Penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pengawas Pemilu yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai upaya menyamakan persepsi dalam penyusunan IKU yang selaras dengan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.

Dalam sambutannya Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, yang menekankan bahwa eksistensi Bawaslu tidak hanya dibutuhkan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dalam menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan.

"Bawaslu itu bukan pekerja pemilu, tetapi pekerja demokrasi. Kita harus menangkal opini masyarakat bahwa ketika tidak ada pemilu, Bawaslu tidak bekerja, sehingga muncul anggapan Bawaslu cukup bersifat ad hoc. Karena itu, gencarkan konsolidasi demokrasi dan tuangkan seluruh pelaksanaannya ke dalam Indikator Kinerja Utama (IKU)," tegas Totok.

Menurutnya, konsolidasi demokrasi merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat pada masa non-tahapan. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu dapat terus membangun kesadaran demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Mojokerto telah secara konsisten melaksanakan berbagai program konsolidasi demokrasi bersama masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, tenaga pendidik, hingga pemilih pemula.

"Kegiatan konsolidasi demokrasi sudah kami laksanakan secara berkelanjutan selama ini. Ke depan, Bawaslu Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaannya sebagai bagian dari penguatan demokrasi sekaligus implementasi Indikator Kinerja Utama Bawaslu," ujar Dody.

Ia menambahkan bahwa berbagai kegiatan seperti Bawaslu Goes to School, dialog bersama pemangku kepentingan, pendidikan demokrasi, hingga forum diskusi dengan masyarakat merupakan wujud nyata pelaksanaan konsolidasi demokrasi yang akan terus dikembangkan.

Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Mojokerto semakin memperkuat komitmennya untuk mengimplementasikan Indikator Kinerja Utama secara optimal. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja organisasi, tetapi juga memastikan kehadiran Bawaslu tetap dirasakan masyarakat melalui berbagai program yang mendukung terwujudnya demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan berkelanjutan.

penulis : vap