Bawaslu Mojokerto Perkuat Pengawasan Partisipatif, Libatkan Perempuan dan Pemilih Pemula dalam P2P
|
Mojokerto, Jawa Timur – Bawaslu Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai upaya memperkuat pengawasan pemilu yang partisipatif dan inklusif, dengan melibatkan 38 peserta yang didominasi oleh kelompok perempuan dan pemilih pemula. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat, kepemudaan, kemahasiswaan, dan pelajar yang telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bawaslu Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dewita Hayu Shita, yang menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan hanya oleh penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"Pengawasan partisipatif merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin kuat pula upaya kita mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Perempuan dan pemilih pemula memiliki potensi besar sebagai agen pengawasan di lingkungan masing-masing," ujar Shisin panggilan akrabnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal, Anggota Bawaslu Savitri Rindyana, Aris Fahrudin Asy'at, Syifa'uddin dan Deni Mustopa beserta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam memperluas jejaring pengawasan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
"Bawaslu memiliki keterbatasan jumlah personel. Karena itu, pengawasan partisipatif menjadi strategi penting agar masyarakat ikut memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi. Kami berharap para peserta menjadi pelopor pengawasan di lingkungan masing-masing dan mampu menyebarkan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat," kata Dody.
Untuk memperkaya perspektif peserta, Bawaslu menghadirkan Purnomo Satriyo Pringgodigdo, Staf Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan sekaligus Direktur Pringgodigdo Institute, yang membawakan materi mengenai komunikasi strategis dalam menjaga stabilitas demokrasi. Sementara itu, Afidatusholikha, akademisi, Dosen Universitas Uluwiyah Mojokerto menyampaikan materi mengenai pentingnya literasi politik dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dinamika demokrasi.
"Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang memiliki literasi politik yang baik. Pemilih tidak cukup hanya datang ke TPS, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, memilah informasi, serta berpartisipasi aktif dalam mengawal jalannya demokrasi," tutur Fida.
Sebanyak 38 peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari organisasi mitra Bawaslu Kabupaten Mojokerto yang telah menandatangani MoU, di antaranya Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, perwakilan SMK. Kemudian dari berbagai organisasi mahasiswa ekstra kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi kepemudaan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, serta organisasi perempuan Fatayat NU dan IPPNU Kabupaten Mojokerto.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Mojokerto berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif, meningkatkan literasi demokrasi di tengah masyarakat, serta bersama-sama menjaga pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan berintegritas.
Penulis : dm