Dari Kampus untuk Demokrasi: Bawaslu Mojokerto Ajak Mahasiswa Uluwiyah UNU Mojokerto Jadi Agen Perubahan
|
Mojokerto, Jawa Timur - Bawaslu Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa di Universitas Uluwiyah UNU Mojokerto, Rabu (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk memperkuat pemahaman demokrasi serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pengawasan pemilu dan pemilihan.
Kehadiran jajaran Bawaslu Kabupaten Mojokerto disambut hangat oleh Wakil Rektor II UNU Mojokerto, Ahmad Fandi Bastian, yang mengapresiasi langkah Bawaslu dalam menghadirkan ruang edukasi demokrasi bagi kalangan mahasiswa.
"Kami menyambut baik kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Mojokerto. Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif agar mampu menjadi generasi yang kritis sekaligus berkontribusi positif bagi bangsa," ujar Ahmad Fandi Bastian dalam sambutannya.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Dody Faizal, yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mulai memahami pentingnya demokrasi sejak dini. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang akan menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan.
"Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi generasi muda yang cerdas dan kritis. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari proses demokrasi dengan memberikan gagasan, kritik yang membangun, serta turut mengawasi jalannya demokrasi," tegas Dody Faizal.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemilih yang bertanggung jawab serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan demokrasi.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Syifa'uddin, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadirkan pemikiran-pemikiran kritis dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
"Mahasiswa harus peduli terhadap kondisi sosial, politik, dan demokrasi yang berkembang saat ini. Jangan hanya menjadi pengamat, tetapi jadilah bagian dari perubahan dengan memberikan analisis yang baik dan gagasan yang konstruktif untuk Indonesia ke depan," ujarnya.
Pada sesi materi, Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto Savitri Rindyana menyampaikan paparan bertajuk “Peran Pemuda: Berfungsi dan Berpartisipasi Aktif untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.” Dalam materinya, Savitri menjelaskan berbagai aspek kepemiluan mulai dari pengertian dan tujuan pemilu, tugas dan fungsi Bawaslu, jenis-jenis pelanggaran pemilu, hingga pentingnya pengawasan partisipatif oleh masyarakat.
Savitri menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Berdasarkan proyeksi kependudukan, kelompok pemilih muda diperkirakan akan mendominasi jumlah pemilih pada Pemilu 2029.
"Pemilih muda bukan hanya menjadi objek dalam demokrasi, tetapi juga subjek yang menentukan arah bangsa. Dengan jumlah yang sangat besar, generasi muda memiliki kekuatan untuk menghadirkan perubahan melalui partisipasi yang cerdas dan bertanggung jawab," jelas Savitri.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif dengan cara mengawasi tahapan pemilu, menyampaikan informasi awal dugaan pelanggaran, mencegah terjadinya pelanggaran, serta melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Selain itu, mahasiswa diingatkan untuk menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, serta menghindari ujaran kebencian yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Menurut Savitri, pemilih pemula yang cerdas merupakan modal penting bagi terwujudnya pemilu yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
"Pemilih pemula harus memahami esensi pemilu, memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih, kritis dalam menentukan pilihan, serta berani melaporkan pelanggaran pemilu. Demokrasi yang berkualitas lahir dari pemilih yang cerdas dan berintegritas," pungkasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari mahasiswa terkait tantangan demokrasi, pengawasan pemilu, serta peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu. Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Mojokerto berharap lahir generasi muda yang semakin sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya serta mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat, jujur, dan adil.
penulis : vap